Wagub Safari Ramadan ke Pasaman


 Tim safari ramadan provinsi serahkan bantuan. (humas)

PASAMAN-Pemerintah daerah dan masyarakat agar bersama menekan angka positivity rate Covid-19, karena beberapa minggu belakangan tertinggi sepanjang sejarah penambahan konfirmasi positif. Sumatera Barat masuk empat besar di Indonesia, bahkan sudah menyentuh angka 21 persen.  


Masyarakat diminta mengajak perantau untuk tidak mudik sebagai upaya pencehaan penyebaran covid. Dalam keseharian tetap memakai masker, encuci tangan dan menjaga jarak.


Wakil Gubernur Audy Joinaldy mengemukakan hal itu dalam safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Padang Sawah, Tigo Nagari Kabupaten Pasaman, Rabu (28/4/2021).


Wagub juga apresiasi pemerintah kabupaten atas percepatan pembangunan infrastruktur. Dia mengatakan, suksesnya pembangunan di Pasaman dapat dicapai melalui kerjasama dan sinergitas antara pemangku kepentingan pembangunan dan pemerintah. Terutama dalam sinergi antara pemerintah provinsi dan pusat.


Dijelaskan Audy, Sumatera Barat di tengah pandemi ini, sektor pertanian dan perikanan jadi salah satu tumpuan perekonomian. Untuk memperkuat tumpuan tersebut, pemprov alokasikan anggaran 10 persen untuk pertanian.


Audy Joinaldy mengatakan, fakta itu tak lepas dari 57 persen penduduk Sumatera Barat yang bergerak di sektor pertanian yang menjadi hal paling dibutuhkan seluruh masyarakat saat pandemi.


"Pemprov menyiapkan infrastruktur pendukung. Hal ini mulai dari sistem pengairan atau irigasi hingga jalan untuk memudahkan akses untuk menyalurkan produksi hasil pertanian," ulasnya.


Wakil Bupati Pasaman, Sabar menyampaikan selamat datang kepada rombongan yang dipimpin Audy Joinaldy. Ia berharap kedatangan ini dapat membawa berkah bagi Pasaman. 


Sabar menyebutkan, hadirnya wagub akan membawa harmonisasi kerjasama lebih erat lagi antara pemprov dengan Pasaman, guna memberikan perhatian dalam percepatan pembangunan.


Wakil gubernur menyerahkan bantuan untuk pembangunan masjid Rp20 juta dan juga kain sarung 100 lembar. Audy Joinaldy juga berdialog dengan masyarakat. Kalimat-kalimat yang dilontarkan pun kerap kali memancing tawa masyarakat. (BIRO HUMAS SETDAPROV SUMBAR)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama